Tips: Memilih Wedding Organizer Yang Sesuai

Setiap wanita menginginkan sebuah pernikahan yang sempurna. Mulai persiapan, akad nikah hingga resepsi pernihkahan. Untuk mewujudkan semuanya, rasanya akan sulit jika dilakukan sendirian. Oleh karena itu, jasa Wedding Organizer (WO) bisa membantu mewujudkan keinginan calon pengantin.

Sayangnya, terkadang apa yang diinginkan calon pengantin tidak terealisasi dengan benar oleh WO. Agar hal tersebut tidak terjadi, maka harus pintar-pintar memilih WO. Berikut ini tips memilih WO agar sesuai dengan keinginan Anda.

Referensi / Testimoni
Cara paling mudah mencari WO adalah melalui testimonial orang-orang yang Anda percaya. Anda bisa bertanya kepada teman, saudara atau bahkan rekan kerja. Cara lain memilih WO adalah dengan mencarinya melalui internet. Lihatlah company profile, dokumentasi acara dan paket-paket yang ditawarkan.

Kemampuan Mengolah Konsep

Sangat penting bagi WO untuk mengolah sebuah konsep pernikahan agar Anda bisa membayangkan bagaimana indahnya hari besar Anda tersebut. Berikanlah konsep dasar yang Anda miliki dan biarkan mereka mengembangkannya. Anda bisa menilai kemampuan WO tersebut dengan membayangkan jika konsep tersebut direalisasikan.

Fleksibel dengan Budget

Hal ini berkaitan erat dengan kreativitas sebuah WO dalam meramu sebuah konsep. WO yang baik akan mampu memaksimalkan budget kliennya untuk menghasilkan event pernikahan yang berkesan. Maka selama budget Anda masuk akal, jangan ragu untuk mengajukannya pada pihak WO, dan minta mereka mengajukan proposal berdasarkan budget tersebut.

Crew Yang Peduli & Komunikatif

Jangan lupa untuk memperhatikan yang satu ini karena pada dasaranya jalinan kerjasam dengan siapapun melibatkan komunikasi antar manusia. Cobalah untuk mengenal crew WO pernikahan Anda dengan meminta waktu bertemu atau sekedar bertanya melalui telepon. Dari situ Anda bisa tahu apakah layanan dan gaya komunikasi mereka cukup profesional.

 

Sumber: wolipop.com

Foto: Manten Party Wedding Orgnizer’s Crew

Pernikahan Beda Agama?

Disadur dari www.mantenhouse.com

“Kami pasangan yang ingin menikah, tetapi ada kesulitan dalam pengesahan pernikahan. Kami berbeda agama. Saya muslim, sedangkan calon suami saya pemeluk Kristen. Apa ada tempat yang mengesahkan pernikahan beda agama di Indonesia? Saya dengar, di Bali bisa menikah beda agama secara legal.”  – Andita, 25 tahun, pegawai negeri

Begitu bunyi pertanyaan di salah satu blog yang membahas seputar pernikahan. Sebetulnya, pertanyaan ini memang menjadi pertanyaan banyak orang, khususnya mereka yang awam soal hukum di Indonesia. Banyak informasi beredar di internet. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa pernikahan beda agama dapat dilakukan di Bali dan Batam. Betulkah?

Cuplikan artikel yang dikutip dari situs Balishukawedding.com ini mencoba meluruskan tentang pernikahan beda agama di Indonesia.

Berdasarkan Pasal 2 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UU 1/1974) menyatakan bahwa perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya. Dan pada Pasal 10 PP No. 9 Tahun 1975 dinyatakan bahwa perkawinan baru sah jika dilakukan di hadapan pegawai pencatat dan dihadiri dua orang saksi. Dan tata cara perkawinan dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya. Jadi, UU 1/1974 tidak mengenal perkawinan beda agama, sehingga pernikahan beda agama belum bisa DIRESMIKAN di Indonesia.

Nah, kesimpulannya, baik di Batam maupun Bali, atau provinsi mana pun di Indonesia, pernikahan beda agama belum bisa dipandang sah secara hukum.

Balon Untuk Resepsi Pernikahan?

Disadur dari www.mantenhouse.com

Ide dekorasi bisa muncul berdasarkan hal yang tidak sengaja kita lihat dan lakukan. Seperti melihat pesta ulang tahun yang penuh dengan balon-balon yang indah dan unik. Dan tidak ada salahnya loh, jika Anda jadikan balon sebagai dekorasi di hari pernikahan.

Anda dapat menggunakan jenis balon apa saja untuk menghiasi pesta pernikahan, tentu ini akan menjadi ide dekorasi yang sangat unik dan berkesan mewah. Anda dapat menghias semua venue pesta pernikahan menggunakan balon. Dan pastikan warna balon yang disesuaikan dengan tema pernikahan Anda.

 

Balon yang Anda gunakan juga tidak semua berbentuk oval atau bulat. Anda dapat memilih jenis balon yang berbentuk love atau panjang yang bisa dibentuk unik sehingga bisa dijadikan souvenir pernikahan.

Tertarik dengan ide dekorasi dari balon? Diskusikan ide ini bersama vendor dekorasi pernikahan Anda. Semoga ide kali ini menginspirasi Anda dan pasangan.

Tren Tato Cincin Kawin

Disadur dari www.mantenhouse.com

JAKARTA – Mantenhouse   Setiap orang yang menikah ingin mengabadikan pernikahan sebagai salah satu momen paling spesial dalam hidupnya. Salah satu hal yang menjadikannya memorable adalah cincin kawin. Cincin kawin merupakan penanda bahwa pemakainya telah menikah dan berkomitmen terhadap pasangan hidupnya.

Menurut budaya lokal, cincin kawin digunakan di pangkal jari manis kanan atau kiri. Berasal dari Eropa, kebiasaan menggunakan cincin kawin dengan cara ini menyebar luas. Pada awalnya, cincin kawin hanya dipakai oleh istri saja, tapi kemudian pada pertengahan abad ke-20 cincin kawin menjadi keharusan bagi kedua mempelai.

Dengan memakai cincin di jari manis, kedua mempelai secara simbolis menyatakan ketetapan cintanya terhadap satu sama lain. Pemakaian cincin kawin sekarang menjadi masalah tradisi dan etiket. Naasnya, tatkala pernikahan menemui kegagalan, cincin kawin bisa dilepas dengan mudahnya; dengan demikian sifatnya menjadi temporer.

Akan tetapi, tidak semudah itu bagi beberapa orang yang menyimbolkan komitmen mereka dengan ide lebih nyentrik: tato cincin kawin di jari manis. Beberapa memiih motif cincin simpel, ada pula yang menyukai artwork nan rumit berisikan pola, inisial, simbol, atau tanggal pernikahan. Kim Clijsters petenis profesional asal Belgia misalnya, atau aktris Billie Piper, memilih tato sebagai pengganti wedding ring.

Bagi Anda penyuka ide yang ‘tidak biasa’, ini bisa jadi inspirasi. Hal positifnya, Anda tak perlu khawatir kehilangan cincin. Apalagi, desain dan warnanya bisa dibuat sesuka hati. Lihat yuk beberapa foto unik tato cincin kawin berikut ini.

Foto: oddee.com, dailymail, oddstuffmagazine.com

Pernikahan, Dari Wedding Planner Hingga Wedding Organizer

 

sumber: http://jakarta.tribunnews.com/2012/03/28/pernikahan-dari-wedding-planner-hingga-wedding-organizer

 

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Agustina N.R

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pernikahan tidak hanya dipandang sebagai acara sakral dengan berbagai ritual adat istiadat. Kini, pernikahan dijadikan lahan industri, sebut saja wedding organizer, layanan pembuatan undangan, souvenir dan katering,

Tak ada yang salah dari hal tersebut. Baik calon pengantin atau penyedia layanan sama-sama diuntungkan. Bahkan calon pengantin dapat memilih vendor guna membantu pernikahannya. Karena semakin banyak vendor-vendor yang berdiri.

Jika Anda sedang merencanakan pernikahan dan tidak tahu harus memulai darimana datanglah ke Bunga Wedding Planner & Organizer.

“Karena Indonesia sangat beragam, kami fokus ke pernikahan tradisional, serta pernikahan islami,” jelas Bunga, owner dari Bunga Wedding Planner & Organizer, Rabu(27/3/2012).

Menurut Bunga, WP atau Wedding Planner adalah perencana sekaligus konsultan sebuah pernikahan. WP akan melakukan desain sebuah pernikahan, merencanakan tema, memberi masukan tentang vendor, hingga ke pengelolaan biaya. WP termasuk WO(Wedding Organizer) satu hari di hari H. Perencanaan hingga pelaksanaan sebaiknya dilakukan setahun sebelum tanggal pernikahan.

Sedangkan WO, meneruskan koordinasi dari vendor-vendor yang telah dipilih ke calon pengantin. Sebelumnya, calon pengantin sudah memilih vendor tersebut. Pelaksanaan sekitar dua bulan sebelum hari H.

“Orang yang menggunakan WO itu tamunya banyak, sedikit waktu untuk persiapan, dan banyak tamu VIP,” imbuh Bunga yang telah mengelola usahanya sejak tahun 2008.

Nah, apa kebutuhan Anda di hari pernikahan? Rinci mulai sekarang. Pasalnya, tidak semua WO atau WP menerima lebih dari satu pernikahan klien pada hari yang sama.

“Kami hanya ada satu hari untuk satu event. Jadi tidak ada dua event pada tanggal yang sama. Itu sudah komitmen kami. Dan, layanan kami sangat personal,” kata Bunga yang baru saja menolak menjadi organisator pernikahan anak mantan menteri.

Layanan jasa milik Bunga tidak hanya bekerja di Jakarta dan sekitarnya. Dapat juga dipanggil ke luar kota, seperti Bandung, Karawang, hingga Solo. Namun, Bunga harus membawa timnya, 13 orang dengan job desk yang lumayan banyak.

Untuk harga, Bunga mematok harga Rp 50 juta untuk layanan WP, dan WO mulai dari Rp 15 juta untuk acara di bawah 1.500 orang. Untuk tamu di atas 3.000 dihargai Rp 34 juta.

“Untuk klien dengan budget terbatas, sebaiknya gunakan WO, daripada WP. Biaya WP Rp 50 juta itu per proyek. Mau acaranya 800 juta, 1,2 M, 5 M, biaya tetap Rp 50 juta,” pungkasnya.

Pesta Pernikahan Tradisional Itu Tak Selamanya Monoton

 

sumber : http://www.tribunnews.com/2012/03/24/pesta-pernikahan-tradisional-itu-tak-selamanya-monoton

 

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Agustina N.R

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Jika Anda inda ingin melangsungkan pernikahan, jangan lewatkan pameran pernikahan tahunan yang bertajuk Bidakara Wedding Expo 7 (BWE). Di gelaran yang berlangsung Jumat (23/3/2012) hingga 25 Maret 2012 mendatang di Hotel Bidakara Jakarta,dengan mengusung tema colorful wedding.

Di area Birawa Assembly Hall dan Auditorium Binakarna Hotel Bidakara Jakarta. Pengunjung dapat bertandang ke 160 penyedia jasa pernikahan.

Seluruh kebutuhan pranikah hingga pascaresepsi pernikahan ada di sini. Seperti premarital check up, kartu undangan, photo video, dekorasi, katering, rias pengantin, busana, souvenir, wedding organizer, entertainment, venue, dan teras bulan madu yang diisi 17 destinasi terbaik di Bali, Lombok, dan Jawa Barat.

Sejak pertama penyelenggaraannya hingga kini, BWE7 mengedepankan konsep pernikahan tradisional.

“Kekayaan tradisi Indonesia dapat mendorong berbagai tema pernikahan yang beragam. Kami ingin mengubah persepsi yang memandang bahwa pernikahan tradisional adalah sesuatu yang monoton,” tutur Made Setiary, General Manager Hotel Bidakara Jakarta.

Berita lengkap silakan klikTribun Jakarta Digital Newspaper edisi Tribun Seleb edisi Sabtu (24/3/2012) pagi.

Wedding Expo, Inspirasi Buat Calon-calon Pengantin !

 

sumber : http://www.tribunnews.com/2012/03/23/wedding-expo-inspirasi-buat-calon-calon-pengantin-

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Agustina NR 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anda berniat menggelar pernikahan, dan tengah dipusingkan dengan segala tetek bengek persiapan menjelang hari sakral tersebut. Jika iya, rasanya tak salah di long weekend ini anda berkunjung ke Hotel Bidakara Jakarta, guna melongok pameran bertajuk Bidakara Wedding Expo 7 (BWE7).

Dengan mengusung tema colorful wedding, pameran ini akan digelar selama tiga hari, mulai Jumat (23/3/2012) hingga Minggu (25/3/2012) lusa. BWE7 digelar di area Birawa Assembly Hall dan Auditorium Binakarna Hotel Bidakara Jakarta. Di pameran ini, pengunjung dapat melihat 160 penyedia jasa pernikahan.

Di pameran ini, pengunjung bisa menemukan seluruh kebutuhan untuk persiapan pernikahan, mulai pranikah hingga pascaresepsi. Semuanya tersedia lengkap, seperti premarital check up, kartu undangan, photo video, dekorasi, catering, rias pengantin, busana, souvenir, wedding organizer, entertainment, venue, termasuk teras bula madu yang diisi 17 destinasi terbaik di Bali, Lombok, dan Jawa Barat.

Sejak pertama penyelenggaraannya hingga kini, BWE7 selalu mengedepankan konsep pernikahan tradisional. “Kekayaan tradisi Indonesia dapat mendorong berbagai tema pernikahan yang beragam. Kami ingin mengubah persepsi yang memandang bahwa pernikahan teadisional adalah sesuatu yang monoton,” tutur Made Setiary, General Manager Hotel Bidakara Jakarta.

Selain pameran pernikahan, dalam BWE7 ini panitia juga menganugerahkan Bidakara Award kepada Dr. Martha Tilaar atas perhatiannya terhadap tradisi budaya Indonesia, melalui bidang usaha pendidikan kecantikan, produksi kosmetik kecantikan khas Indonesia, serta tokoh legenda budaya yang telah berkiprah lebih dari 40 tahun.

Selain itu, dalam BWE7 ini juga selenggarakan acara show komunikasi pernikahan, talk show keuangan bagi pasangan muda, serta talk show bulan madu. Nah, tunggu apa lagi, mumpung liburan, tak ada salahnya anda mampir ke pameran ini kan?

Baca selengkapnya di koran digital TRIBUN JAKARTA rubrik EVENT edisi petang, Jumat 23 Maret 2012

Outdoor Wedding, Lebih Intim Namun Beresiko

sumber : http://female.kompas.com/read/2012/04/03/19241936/Outdoor.Wedding.Lebih.Intim.Namun.Beresiko#

KOMPAS.com – Resepsi pernikahan yang diadakan di gedung perkawinan saat ini semakin berkurang kepopulerannya di kalangan kaum muda. Perayaan di dalam gedung yang megah seringkali dianggap terlalu formal, karena yang diundang kebanyakan relasi orangtua. Oleh karena itu calon pengantin yang menginginkan perayaan yang lebih intim dan sederhana, biasanya memilih outdoor wedding. Pasangan pengantin tak harus terus berdiri di pelaminan, tetapi bisa berkeliling untuk menemui tamu-tamunya secara pribadi.

Nova Fernandez, penyedia jasa dekorasi Sentrabunga, merasakan betul perbedaan pesta pernikahan di dalam dan di luar ruangan. Pesta di luar ruangan terasa lebih kasual, dimana pasangan pengantin bebas mengembangkan konsep pernikahan yang mencerminkan gaya dan kebiasaan masing-masing pasangan.

Meskipun begitu, resepsi di luar ruangan bukannya tidak punya kekurangan. Menurut Nova, calon pengantin sebaiknya memilih tanggal yang tepat untuk outdoor wedding karena acara di luar ruangan sangat tergantung oleh cuaca.

“Kalau outdoor kendalanya hanya cuaca. Maka saya dan tim selalu menyarankan kepada calon pengantin agar membuat setengah indoor dan setengah outdoor. Agar pada saat hujan, atau angin, tamu masih bisa berlindung di ruangan. Meskipun biasanya lokasi indoor yang disediakan sangat kecil karena hanya untuk pelaminan dan keluarga pengantin,” jelas Nova saat ditemui Kompas Female di Bidakara Wedding Expo, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pengalamannya, tak sedikit acara outdoor wedding yang gagal karena hujan dan angin kencang. Tentu Anda tak ingin mengalami hal yang sama. Itu sebabnya, selain menyiapkan venue yang memenuhi syarat separuh indoor dan separuh outdoor untuk dekorasi, Nova juga menyiapkan tenda dan perlengkapan yang mampu menahan angin kencang.

Tempat favorit outdoor wedding
Jakarta, Bandung, dan Bali sampai sekarang masih menjadi lokasi outdoor party favorit. Di Jakarta, tempat favorit untuk outdoor wedding adalah Rumah 7A di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan; Rumah Maroko (Menteng), Rumah Pawon (Kemang), dan Rumah Saya (Pasar Minggu). Bahkan Gedung Arsip Nasional juga sering digunakan untuk lokasi outdoor wedding.

Sedangkan untuk Bandung, tempat favorit oudoor wedding adalah Kartipah, Maja House (baru dibangun), serta berbagai venue di daerah Lembang dan Dago Pakar, karena city view-nya yang indah, terutama di waktu malam. Bogor juga menjadi favorit, misalnya di dekat Kebun Raya Bogor.

Sedangkan Bali, kebanyakan outdoor wedding dilakukan di hotel-hotel ternama seperti The Ritz Carlton (kini bernama The Ayana Resorts and Spa Bali), dan Bulgari Hotel. Kebanyakan hotel memang memiliki lahan yang cukup tertata, dan siap didekorasi untuk outdoor wedding. Ditambah lagi, hotel berbintang pasti memiliki tim banquet yang mampu menyiapkan dekorasi lebih cepat dan menjaga kerapian serta kebersihannya.

 

Inspirasi Gaun Pengantin Extravaganza Davina Shanti

 

http://oase.kompas.com/read/2012/04/02/18235189/Inspirasi.Gaun.Pengantin.Extravaganza.Davina.Shanti

 

KOMPAS.com – Menjadi ratu sehari semalam adalah impian perempuan dalam pesta pernikahannya. Untuk mewujudkan hal itu, busana pengantin menjadi faktor pendukung sang mempelai wanita untuk tampil anggun dan bersahaja.

Hal inilah yang diterapkan oleh Davina Shanti dalam rancangan busana pengantinnya. “Kalau untuk acara pernikahan, saya selalu berusaha merancang busana yang membuat mempelai wanita tampak anggun, bersahaja, memesona, dan cantik sekali,” jelas Davina saat ditemui Kompas Female usai fashion show-nya di Bidakara Wedding Expo, Jakarta, Jumat (24/3/2012) lalu.

Namun, fashion show dan pesta pernikahan adalah dua hal yang berbeda. Oleh karena itu, dari 40 busana pengantin yang dipamerkannya saat pameran, 6 hingga 8 di antaranya termasuk busana extravaganza yang tak bisa ditiru orang.

Davina membagi fashion show-nya dalam tiga sekuel, yakni:

Keanggunan Putri
Busana-busana dalam sekuel ini menampilkan kesahajaan, karisma, dan karakter dari mempelai wanita. Koleksi ini ditujukan untuk akad atau pemberkatan penikahan. Salah satu busana yang ditampilkan adalah busana kebaya off white dengan bawahan hand printing yang mengembang. Busana ini dikenakan artis Shireen Sungkar, didampingi pasangannya, Tengku Wisnu.

Klasik Modern
Busana-busana dalam sekuel ini menampilkan imajinasi yang jernih, penuh cinta, dan kebaya yang memiliki roh. Davina banyak bermain warna dalam koleksinya di sekuel ini. Shireen Sungkar dan Tengku Wisnu kembali tampil, kali ini mengenakan busana adat Padang (sunting Padang untuk Shireen) berwarna merah.

Glamour Wedding
Dalam sekuel inilah Davina mengeluarkan busana-busana extravaganza-nya. Davina menambahkan bahan tafeta, organza, dan tulle, untuk menambah unsur megah. Warna yang dipilih juga lebih colorful, disesuaikan dengan tema Wedding Expo, yakni Colorful Wedding.

Pada dasarnya Davina memang senang merancang busana-busana pengantin yang penuh warna. Menurutnya, hal itu menjadi ciri khas dari koleksi-koleksinya. Namun, khusus untuk pameran pernikahan kali ini, ia mengeluarkan busana extravaganza dengan gradasi warna 3 hingga 4 warna dalam satu busana.

“Saya ingin membuat karya yang tidak bisa dicontek orang. Khusus untuk show, saya senang membuat karya yang tidak bisa dilupakan, dan tampak sulit. Jadi pelanggan akan bisa melihat, kalau yang sulit saja bisa saya buat, apalagi busana-busana yang mudah,” tuturnya.

Tahun ini, Davina memprediksi tren busana pengantin tahun 2012 akan lebih colorful. Bagian atas busana akan lebih sederhana dan klasik dalam segi desain, tetapi lebih berani dalam hal warna. Sedangkan bagian bawah busana akan lebih banyak yang menggunakan ekor menjuntai dengan bahan-bahan dari kain tradisional yang disesuaikan dengan adat mempelai.

“Untuk kerahnya, masih tetap menggunakan kerah-kerah sederhana seperti kerah Sabrina, kerah tegak berdiri, atau kerah shanghai untuk yang berjilbab,” tutup Davina.

Pilih Destinasi Romantis di Teras Bulan Madu

sumber : http://entertainment.kompas.com/read/2012/03/25/15061960/Pilih.Destinasi.Romantis.di.Teras.Bulan.Madu.

KOMPAS.com – Pernikahan merupakan hal yang tak terlupakan bagi pasangan yang saling mencinta. Tak hanya pesta resepsi, bulan madu menjadi bagian penting dari sebuah pernikahan.

Maka, bagi pasangan yang sudah mempersiapkan pernikahan, sebaiknya juga mulai mempersiapkan tempat bulan madu agar letih usai pesta bisa dihilangkan dengan momen indah berdua.

Bidakara Wedding Expo 2012 menyediakan kebutuhan itu. Tak hanya paket akad nikah hingga pesta pernikahan saja yang ditawarkan di pameran ini. Paket untuk pasangan yang ingin berbulan madu pun ada. Paket-paket ini tersedia di booth yang berada diantara Birawa Assembly Hall menuju Auditorium Binakarna Hotel Bidakara.

Bidakara Wedding Expo 2012 berlangsung 23-25 Maret 2012 di hotel Bidakara, Jakarta. Di hari terakhir ini, Minggu (25/3) Anda masih berkesempatan mengunjungi booth yang menawarkan paket bulan madu.

Anda bisa memilih tempat bulan madu favorit: Garut, Bali, atau Lombok. Rata-rata memberikan paket 3 hari dua malam khusus untuk pangantin, ditambah makan, perawatan tubuh, dan massage.

Garut

Untuk Garut, paket yang tersedia adalah yang berlokasi di Kampung Sampireun, Garut. Paket ini dimulai dari harga Rp 3,9 juta.

Lombok

Untuk Lombok, paket yang tersedia berlokasi di Queen Villa dan Hotel Villa Ombak, Lombok. Harga paket berkisar antara Rp 4,9 juta hingga Rp. 5,3 juta.

Bali
Untuk Bali, tersedia berbagai tempat pilihan, dengan harga paket berkisar antara Rp 4.150.000 hingga Rp 5.500.000, di antaranya:
1. Kupu-kupu Barong Villas and Tree Spa (Ubud)
2. The Royal Pita Maha (Ubud)
3. Anahata Villas and Spa Resort (Ubud)
4. Furama Exclusive Villas and Spa (Ubud)
5. Kamandalu Resort and Spa (Ubud)
6. Villa de Daub (Kuta-Legian)
7. Nusa Dua Retreat Boutique Villa Resort and Spa (Nusa Dua)
8. Ranadi Villa (Seminyak)
9. Astana Suite Villa (Seminyak)
10. Astana Batubelig (Seminyak)
11. Villa Uma Sapna (Seminyak)
12. Ziva Boutique Villa (Seminyak)

Beda Riasan Dukun Manten dan "Make-up Artist"

http://female.kompas.com/read/2012/04/04/10112559/Beda.Riasan.Dukun.Manten.dan.Make-up.Artist.

KOMPAS.com – Yustine Aprianto adalah salah satu dukun manten, atau perias pengantin tradisional, yang sudah dikenal di Jakarta. Namun kini, Yustine tak lagi bergelar Dukun Manten, melainkan Perias Pengantin.

Perubahan nama ini sebenarnya tidak membuatnya berubah. Ia hanya lebih terbuka terhadap partnership, terutama karena putrinya, Icha Aprianto, mempelajari make-up di luar negeri. Sang putri yang kini menjadi make-up artist mengajak sang ibu untuk bermitra tiga tahun lalu. Hasilnya, Yustine yang memiliki Griya Busana di kawasan Jakarta Timur ini, bisa memberikan jasa make-up kolaborasi Dukun Manten dengan Make-up Artist.

“Kalau dukun manten itu lebih tradisional make-up-nya, masih menggunakan paes, dan warna-warnanya lebih terang, lebih tebal. Warna foundation-nya lebih kekuningan. Sedangkan riasan make-up artist warnanya cenderung lebih soft, pengaplikasiannya juga tidak terlalu tebal. Foundation-nya lebih ke putih, atau pink,” jelas Yustine, saat ditemui Kompas Female di Bidakara Wedding Expo, Hotel Bidakara, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dari segi merek, make-up yang digunakan pun berbeda. Dukun manten biasanya menggunakan make-up buatan lokal, sedangkan make-up artist menggunakan produk make-up internasional.

Icha mengatakan, sejak tiga tahun lalu banyak pengantin yang menyukai kolaborasi antara dirinya dengan ibunya. “Apalagi pengantin-pengantin usia muda, yang ingin make-up-nya soft, tapi tetap ada sentuhan tradisional dengan paes. Jadi kolaborasi saya dengan ibu sangat digemari. Sudah tiga tahun ini, paesnya dibuat ibu, saya yang melanjutkan make-up-nya,” tambah Icha.

Yustine berkisah mengapa ia yang harus membuat paesnya. Icha, yang belum menikah, secara tradisi belum dibolehkan untuk membuat paes pengantin. Itu sebabnya, untuk urusan paes selalu ditangani oleh sang ibu. Meskipun begitu, Yustine selalu terbuka terhadap saran-saran dari putrinya, sehingga keduanya saling berbagi ilmu dan bisa menetapkan teori mana yang harus dipilih untuk mengombinasikan riasan.

“Meskipun make-up artist itu sifatnya modern, tetapi karena ada kolaborasi dengan ibu yang dukun manten, maka make-up kami bisa tetap mempertahankan pakem-pakem yang harus dipatuhi dalam make-up pangantin,” jelas Icha.

Selain itu, meskipun ditangani oleh seorang make-up artist, kebanyakan calon pengantin yang menjadi klien ternyata menyukai pakaian pengantin tradisional seperti kebaya dan batik.

Yustine dan Icha menambahkan, tren busana pengantin dan make-up tahun 2012 akan kembali ke busana dan make-up tradisional. Icha bahkan memprediksi, kebaya berbahan velvet yang menjulur panjang menyapu lantai dan model dodot (busana adat Solo seperti kemben) akan kembali tren.

Sedangkan untuk make-up, Yustine memperkirakan make-up tradisional yang medok dan tebal akan kembali menjadi tren pada 2012. “Karena tamu yang datang biasanya dandan lebih heboh, maka pengantin harus dibuat menonjol supaya ketahuan yang mana pengantinnya. Make-up tradisional kan lebih medok,” tutup Yustine.